Faktor Penyebab Penyakit Gagal Ginjal Kronik

Suatu keadaan yang ditandai dengan penurunan  dari laju filtrasi glomerulus yang sifatnya tidak reversible dan kemudian dibagi dalam 4 stadium dengan jumlah nefron yang masih berfungsi adalah pengertan dari penyakit gagal ginjal kronik. Penyebab gagal ginjal kronik disebabkan karena glomerulonefritik, nefropati analgesic, nefropati refluks, ginjal polikistik, nefropati, diabetes, serta karena penyakit lainnya. Dan faktor penyebab gagal ginjal kronik yang lainnya adalah karena infeksi yang terjadi pielonefritis kronik, penyakit karen radang misalnya glomerulonefritis, penyakit karena vaskuler hipertensif misalnya adalah nefrosklerosis dan juga stenosis arteri renalis, serta gangguan dari congenital dan herediter yang misalnya seperti penyakit polikistik ginjal atau juga asidosis tubulus. Penyakit dari metabolic  misalnya adalah penyakit diabetes melitus, penyakit asam urat gout,  hiperparatiroidisme, dan juga amiloidosis.

Faktor penyebab penyakit gagal ginjal lainnya juga adalah karena penyakit ginjal obstruktif misalnya adalah pembesaran prostat, batu saluran kemih dan juga refluks yang terjadi pada ureter. Dan walau bagaimanapun juga, penyebab yang paling utama dari masalah gagal ginjal kronik ini adalah penyakit diabetes melitus  dan juga tekanan darah yang tinggi. Penyakit diabetes yang terjadi jika kadar gulanya yang berada diatas normal ini bisa menyebabkan suatu kerusakan organ yang terjadi pada organ jantung dan ginjal. Serta juga bisa mengganggu masalah pembuluh darah, syaraf, dan juga mata.

Faktor penyebab penyakit gagal ginjal kronik karena tekanan darah tinggi atau penyakit hipertensi ini terjadi jika tekanan darah yang terjadi pada pembuluh darah ini mengalami suatu peningkatan dan jika tidak dikawal, maka penyakit hipertensi ini bisa mengalami punca yang utama pada  masalah serangan jantung, stroke, atau juga penyakit gagal ginjal kronik. Penyakit gagal ginjal kronik ini bisa menyebabkan masalah hipertensi darah tinggi.

Laju filtrasi dari glomerulus ini biasanya disumbangkan dari satu juta unit nefron yang ada pada ginjal untuk hasil akhirnya. Tanpa mengambil suatu penyebab dari masalah kerusakan jaringan ginjalnya ini, yang sifatnya progresif dan juga menahun, maka penyakit ginjal ini mempunyai suatu usaha untuk tetap mempertahankan laju filtrasi dari glomerulus yang kemudian diteruskan melalui hiperfiltrasi dan juga mekanisme kompensasi suatu kerja yakni hipertrofi yang ada pada nefron yang masih berfungsi.

Posted in Gagal Ginjal Kronik, Penyebab Gagal Ginjal Kronik | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Gagal Ginjal Kronik

Gagal ginjal kronik (GGK) adalah salah satu penyakit tidak menular, merupakan keadaan gangguan fungsi ginjal yang bersifat menahun berlangsung progresif dan irreversible(tidak dapat kembali ke keadaan semula). Dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit yang menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah).

Penyakit gagal ginjal kronik memang merupakan masalah kesehatan yang cukup penting di negeri kita. Menurut catatan Sub Bagian ginjal. Penyebab gagal ginjal kronik yang sering dijumpai adalah batu, infeksi yang disebut pirlonefritis, hipertensi, nefropati karena asam urat, nefropati karena lupus dan kencing manis.

Hilangnya fungsi cadangan ginjal seringkali tidak disadari penderita. Pada gagal ginjal kronik gangguan fungsi ginjal acapkali sudah disertai gejala yang nyata dalam aktivitas sehari-hari. Penderita mulai menunjukkan gejala anemia (pada suami ibu sudah terdapat penurunan hemoglobin).

gagal-ginjal-kronik

Tes kreatinin klirens dapat membedakan berat ringannya gangguna fungsi ginjal. Pada keadaan normal Tes Kreatinin Klirens (TKK) adalah 100 sampai 125 ml/mm. Pada TKK 75 sampai 100 sudah terjadi hilangnya fungsi cadangan ginjal. Sedangkan TKK 25 sampai 75 disebut keadaan insufisiensi ginjal. Pada TKK 5 sampai 25 digolongkan gagal ginjal kronik. TKK yang di bawah 5 disebut gagal ginjal terminal.

Gagal ginjal kronik dan gagal ginjal terminal memerlukan perhatian khsusu karena bila dibiarka dapat menjurus keadaan yang membahayakan jiwa penderita. Pada gagal ginjal kronik dapat dimulai terapi konservatif yang bertujuan menghilangkan gejala yang mengganggu penderita, sehingga penderita dapat hidup secara normal. Komponen utama terapi konservatif adalah diet yaitu dengan mengatur asupan protein. Di samping itu juga harus diatur air dan garam, vitamin, elektrolit, dan asam amino essensial diberikan jika diperlukan.

Penderita gagal ginjal kornik acapkali mengeluh mual sehingga asupan makannya dapat terbatas. Karena itu evaluasi asupan makanan perlu dilakukan dengan baik. bila terapi konservatif ini dapat dijalankan dnegan baik dan fungsi ginjal dapat dipertahankan maka belum diperlukan terapi cuci darah.

Gagal ginjal kronik atau penyakit ginjal tahap akhir adalah penyimpangan progresif, fungsi ginjal yang tidak dapat pulih dimanan kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan metabolik dan cairan dan elektrolit mengalami kegagalan yang mengakibatkan uremia.  Kondisi ini mungkin disebabkan oleh gloumerulonefritis kronis. Preparat lingkungan dan okupasi yang telah menunjukkan mempunyai dampak dalam gagal ginjal kronis termasuk timah, kadmium, merkuri, dan kromium. Pada akhirnya dialisis atau transplantasi ginjal diperlukan untuk menyelematkan pasien.

 

Posted in Gagal Ginjal Kronik, Penyebab Gagal Ginjal Kronik | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Faktor Penyebab Gagal Ginjal Kronik

Gagal ginjal kronik adalah destruksi struktur ginjal yang progresif dan terus menerus. Selain itu, pada individu yang rentan, nefropati analgesik, destruksi papila ginnjal yang terkait dengan pemakaian harian obat-obat analgesik selama bertahun-tahun dapat menjadi faktor penyebab gagal ginjal kronik. Apapun sebabnya. terjadi perburukan fungsi ginjal secara progresif yang ditandai dengan penurunan GFR yang progresif.

Faktor penyebab terjadinya gagal ginjal kronik adalah radang ginjal menahun, batu ginjal dan batub saluran kemih yang kurang mendapat perhatian, obat-obatan modern ataupun tradisional yang digunakan dalam jangka waktu lama, hipertensi, diabetes, narkoba, serta penyakit ginjal turunan (genetik).

Faktor penyebab gagal ginjal kronik harus diobati untuk menghambat laju proses gagal ginjal agar tidak menjadi gagal ginjal terminal, atau gagal ginjaltidak dapat berfungsi lagi. Tekanan darah dan gula darah harus dikendalikan, dan antibiotik secara teratur diberikan bila terjadi infeksi. Jangan sampai terjadi infeksi pada salah satu ginjal yang dapat dengan mudah menular pada ginjal yang lain. Penderita harus menjalaninya dengan kemauan untuk sembuh yang tinggi dan disiplin ketat. Olahraga pun harus dibatasi hanya yang ringan, seperti jalan kaki dan berenang secukupnya.

Di sisi lain, akibat pemecahan protein tubuh yang meningkat penderita gagal ginjal terminal perlu mendapat terapi nutrisi agar kecukupan protein untuk keperluan perbaikan jaringan tubuh. Selain itu, perlu mengatur keseimbangan cairan elektrolit, mencegah penurunan massa tulang dan kelemahan otot, memperbaiki gangguan irama jantung yang tidak seimbang (aritmia), dang menghambat peningkatan lemak tubuh. Penderita juga perlu mempertahankan kekebalan tubuh menghadapi infeksi virus dan bakteri.

 

Posted in Gagal Ginjal Kronik | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gagal Ginjal Kronik Pada Anak

Ginjal memiliki kemampuan filtrasi glomerulus pada anak sehat umur di atas 2 tahun adalah 89 ml/menit/1,73 m2. Apabila kemampuan filtrasinya menetap di bawah angka tersebut, maka keadaan ini disebut sebagai insufisiensi renal kronik.

Bilamana kemudian gejalanya nyat-nyata didapatkan secara klinis, maka kini keadaan tersebut disebut sebagai gagal ginjal kronik dan keadaan seperti ini memerlukan pengobatan yang spesifik. Gejala yang sering ada diantarnya : hipertensi, hiperfosfatemia, asidosis, anemia dan gagal tumbuh yang biasanya timbul bila kemampuan filtrasi glomerulus di bawah 30 ml/menit/1,73 m2.

Pada keadaan yang lebih berat, di mana kemampuan filtrasi glomerulus semakin rendah, di bawah 10 ml/menit/1,73 m2, disebut sebagai stadium terminal dari penyakit ginjal ini. Bila pada stadium ini tidak dilakukan usaha untuk menopang fungsi ginjal maka umur anak tidak dapat dipertahankan lagi. Dialisis atau transplantasi adalah satu cara untuk menekan komplikasi serius akibat gagal ginjal kronik.

Penyebab dari gagal ginjal kronik dan stadium terminal penyakit ginjal pada anak dan remaja adalah : glomerulusonefritis, nefropati refluks, ekainan kongenital (sindrom Alport, nefronoptisi, sistinosis, penyakit polisistik, dll), displasia (dengan obstruksi atua tanpa obstruksi) dan sondroma uremik hemolitik.

Posted in Gagal Ginjal Kronik, Penyebab Gagal Ginjal Kronik | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Gagal ginjal Kronik

Gagal ginjal kronik (chronic renal failure, CRF) terjadi apabila kedua ginjal sudah tidak mampu mempertahankan lingkungan dalam yang cocok untuk kelangsungan hidup. Kerusakan pada kedua ginjal ini ireversibel. Eksaserbasi nefritis, obstruksi saluran kemih, kerusakan vaskular akibat diabetes mellitus dan hipertensi yang berlangsung terus-menerus dapat mengakibatkan pembentukan jaringan perut pembuluh darah dan hilangnya fungsi ginjal secara progresif.

Selama gagal ginjal kronik, beberapa nefron termasuk glomeruli dan tubula masih berfungsi, sedangkan nefron yang lain sudah rusak dan tidak berfungsi lagi. Nefron yang masih utuh dan berfungsi mengalami hipertrofi dan menghasilkan filtrat dalam jumlah banyak. Reabsorpsi tubula juga meningkat walaupun laju filtrasi glomerulos berkurang. Kompensasi nefron yang masih utuh dapat membuat ginjal mempertahankan fungsinya sampai tiga perempat nefron yang rusak.

Posted in Gagal Ginjal Kronik | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Gagal Ginjal Kronik

Penyakit ginjal sering tanpa keluhan sama sekali. Tidak jarang, seseorang kehilangan 90% fungsi ginjal padahal tanpa merasakan keluhan apapun. Ginjal terletak di bagian belakang, tepat dibawah tulang rusuk. Rasa sakit di punggung tengah, dapat mengindikasikan bahwa ada masalah dengan ginjal. Kondisi gagal ginjal dapat menyebabkan tubuh menahan air lebih dari yang seharusnya. Inilah yang menyebabkan bengkak di sekitar mata dan pembengkakan di tangan dan kaki.

Setelah memfilter darah, ginjal mengekskresikan kelebihan air, limbah dan racun melalui urin. Ginjal yang rusak atau sakit tidak dapat memfilter urin dalam jumlah banyak. Karena itu, orang dengan ginjal bermasalah bisa ditandai dengan penurunan volume urin, atau kebalikannya sering buang air kecil, dan nyeri saat berkemih.

Gambar tahapan penyakit gagal ginjal kronik

Seseorang sebaiknya waspada jika mengalami gejala-gejala : tekanan darah tinggi, perubahan jumlah dan frekuensi urin; sering berkemih di malam hari atau sulit berkemih, urin berbuih atau berwarna pekat, atau ada darah dalam urin. Atau bengkak pada kaki, pergelangan kaki; kelopak mata bengkak saat bangun di pagi hari; rasa lemah, sulit tidur, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, gatal-gatal, sesak nafas, mual, muntah dan sering merasa sangat haus. Itu tanda bahwa ginjal bermasalah.

Mereka yang sering mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, dianjurkan untuk segera melakukan pemeriksaan laboratorium. Mulai dari pemeriksaan urin lengkap, ureum dan kreatinin, gula darah, kolesterol, LDL kolesterol dan trigliserida adalah pemeriksaan awal yang murah untuk melakukan pencegahan.

Pemeriksaan Urin

Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan, untuk mengetahui kondisi ginjal. Petunjuk awal adanya kerusakan ginjal, bisa diketahui terutama melalui pemeriksaan urin. Pemeriksaan urin rutin (urinalisis) terdiri dari analisa kimia untuk mendeteksi protein, kreatinin, gula dan keton; dan analisa mikroskopik untuk mendeteksi sel darah merah dan sel darah putih. Adanya sel darah dan albumin (sejenis protein) dalam urin, bisa merupakan petunjuk terjadinya kerusakan ginjal.

Proteinuria, protein di dalam urin

Ginjal sehat mengambil limbah dari darah, tapi meninggalkan protein. Gangguan ginjal menyebabkan kegagalan untuk memisahkan protein darah yang disebut albumin dari limbah. Awalnya hanya sejumlah kecil albumin bocor ke dalam urin; kondisi ini dikenal sebagai mikroalbuminuria, tanda gagal fungsi ginjal. Seiring memburuknya fungsi ginjal, jumlah albumin dan protein lain dalam urin meningkat, disebut proteinuria. Bila protein dalam urin positif dan terjadi selama lebih dari 3 bulan, yang bersangkutan bisa dikatakan telah mengalami penyakit ginjal kronis.

Proteinuria bisa terjadi terus menerus atau hilang timbul, tergantung penyebabnya. Selain merupakan pertanda penyakit ginjal, proteinuria terjadi secara normal setelah berolahraga berat. Proteinuria juga bisa terjadi pada proteinuria ortostatik, dimana protein baru muncul di urin setelah penderita berdiri cukup lama, dan tidak ditemukan di urin setelah penderita berbaring.

Hematuria, darah di urin

Hematuria bisa diketahui melalui pemeriksaan mikroskopik atau dengan mata telanjang, yakni jika darah sangat banyak maka urin akan berwarna kemerahan. Hematuria dapat disebabkan oleh perdarahan di saluran kemih dan atau terjadi kerusakan pembuluh darah di ginjal, sehingga ginjal tidak dapat menjalankan fungsi filtrasinya.

Osmolaritas, kepekatan urin

Osmolaritas penting dalam mendiagnosis kelainan fungsi ginjal. Untuk mendeteksi, pada salah satu tes seseorang tidak boleh minum air putih atau cairan lain selama 12-14 jam. Pada tes lain, pasien diberi suntikan hormon vasopresin. Kemudian kepekatan urin diukur. Dalam keadaan normal, kedua tes seharusnya menunjukkan urin yang sangat pekat, tapi pada penyakit ginjal tertentu urin menjadi sangat encer.

Ureum

Pemeriksaan kadar ureum darah merupakan pemeriksaan yang popular sebab mudah dikerjakan dengan teliti dan tepat. Namun kadar ureum dipengaruhi banyak faktor di luar ginjal, sehingga mempengaruhi penafsiran hasilnya. Kadar ureum darah akan meningkat pada peningkatan asupan protein, kurangnya aliran darah ginjal, perdarahan saluran cerna bagian atas, infeksi ginjal, pasca operasi dan trauma obat.

Kreatinin

Kreatinin adalah limbah yang dibentuk oleh kerusakan sel-sel otot normal. Ginjal sehat mengambil kreatinin darah dan memasukkannya ke urin. Ketika ginjal tidak bekerja dengan baik, kreatinin menumpuk dalam darah. Bila pada tes urin ditemukan kadar kreatinin positif, maka orang tersebut sudah mengalami penyakit ginjal kronis tingkat lanjut.

Pemeriksaan Darah

Selain pemeriksaan urin, bisa melakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar kreatinin dan urea dalam darah. Jika ginjal tidak bekerja, kadar kedua zat itu akan meningkat dalam darah. Laju penyaringan ginjal bisa diperkirakan dengan cara mengukur kadar kreatinin serum. Kadar urea nitrogen darah, juga bisa menunjukkan fungsi ginjal.

Creatinine clearance adalah tes yang lebih akurat, yang menggunakan suatu rumus yang menghubungkan kadar serum kreatinin dengan usia, berat badan dan jenis kelamin.

Pemeriksaan Lanjutan

Pemeriksaan lanjutan untuk mengenali kelainan ginjal, berupa pemeriksaan imaging – radiologis dan biopsy ginjal. Biasanya, pemeriksaan ini atas indikasi tertentu dan sesuai saran dokte. Prosedur imaging – radiologis dapat memperlihatkangambaran mengenai ukuran ginjal, letak ginjal dan adanya penyumbatan atau kerusaka ginal. Jenis pemeriksaan ini diantaranya foto polos abdomen, rontgen, USG, CT Scan dan sebagainya.

Sedangkan prosedur biopsi ginjal, dilakukan dengan mengambil contoh jaringan ginjal untuk diperiksa dengan mikroskop. Prosedur ini dilakukan untuk memperkuat diagnosis dan untuk menilai hasil pengobatan.

Posted in Gagal Ginjal Kronik, Penyebab Gagal Ginjal Kronik | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Asuhan Keperawatan Gagal Ginjal Kronik

Seseorang yang diyakini mempunyai gejala sakit ginjal tidak perlu risau. Kehidupan normal masih tetap dapat dijalani dengan baik. Bahkan dianjurkan untuk tetap berolahraga dengan teratur dan makan dengan makanan yang wajar.

Untuk menghindari rusaknya ginjal, Anda bisa mencegahnya melalui cara-cara berikut :

1. Olah Raga

Lakukan olah raga secara rutin dan teratur. Olah raga yang teratur – tidak terlalu berat – akan lebih berdampak positif bagi tubuh dibandingkan dengan olah raga berat namun tidak teratur. Misalnya Anda bisa melakukan jalan santai setiap pagi atau bersepeda 1-2 jam setiap minggu.

2. Berhenti Merokok

Merokok tidak hanya meningkatkan resiko penyakit ginjal, tetapi juga meningkatkan kematian akibat stroke dan serangan jantung pada orang dengan penyakit ginjal kronis. Rokok dengan kandungan nikotinnya dalam proses jangka waktu lama juga akan merusak organ-organ penting tubuh Anda, baik paru-paru, kulit dan jantung. Kita sebaiknya mencoba berhenti merokok.

3. Kurangi Makanan Berlemak

Makanan berlemak akan menyebabkan kandungan kolestrol dalam darah Anda meningkat.

4. Berat Badan

Perhatikan berat badan sehingga Anda dapat terhindar dari obesitas. Akan tetap, orang dengan fungsi ginjal yang rendah harus sadar bahwa beberapa bagian dari diet yang normal dapat memperburuk kegagalan ginjal.

5. Konsumsi Air Putih

Mengkonsumsi air putih yang cukup, menghindari konsumsi jamu atau herbal yang tidak jelas, menghindari konsumsi obat-obatan secara sembarangan (tanpa resep dokter) merupakan hal sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi potensi munculnya penyakit ginjal.

6. General Checkup

Gagal ginjal juga dapat dicegah melalui pemeriksaan kesehatan (medical chekup) secara rutin, termasuk pemeriksaan urin dan darah. Memeriksakan gangguan ginjal seperti kencing batu, prostat dapat mencegah munculnya gagal ginjal.

Posted in Gagal Ginjal Kronik, Penyebab Gagal Ginjal Kronik | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyebab Gagal Ginjal Kronik

Ginjal adalah sebuah organ kecil yang terletak di dalam tubuh, akan tetapi mempunyai fungsi yang sangat kompleks dan bekerja secara otomatis. Dengan memahami mengenai bagaimana cara kerja ginjal dapat membantu kita menjaga kesehatan.

Ginjal adalah organ bagian tubuh yang masing-masing berukuran serupa dengan kepalan tangan. Organ tersebut terletak dekat pertengahan punggung, pas di bawah kerangka tulang rusuk. Ginjal adalah mesin pendaur ulang yang canggih. Setiap hari, ginjal kita menguraikan kurang lebih 200 liter darah untuk menyaring sekitar dua liter bahan ampas dan air berlebihan. Bahan ampas dan air berlebihan menjadi air seni, yang mengalir ke kandung kemih melalui pembuluh yang disebut ureter. Kandung kemih kita menyimpan air seni sampai kita buang air kecil.

Sebagian besar penyakit ginjal menyerang nefron, mengakibatkan kehilangan kemampuannya untuk menyaring. Kerusakan pada nefron dapat terjadi secara cepat, sering sebagai akibat pelukaan atau keracunan. Tetapi kebanyakan penyakit ginjal menhancukan neefron secara perlahan dan diam-diam. Kerusakan biasanya dirasakan setelah beberapa tahun atau bahkan dasawarsa. Sebagian besar penyakit ginjal menyerang kedua buah ginjal sekaligus.

Penyebab gagal ginjal yang utama disebabkan oleh diabetes, tekanan darah yang tinggi, sedangkan penyebab gagal ginjal yang ketiga adalah oleh karena penyakit genetic seperti kelainan kekebalan, cacat lahir dan sebab-sebab lainnya.

Berikut adalah gejala-gejala penting yang berkaitan dengan menurunnya daya kerja ginjal yang berpotensi menjadi penyakit gagal ginjal :

1. Penimbunan Sampah Dalam Darah

Hal ini ditandai dengan kelelahan, sekujur tubuh terasa sakit-sakitan, gatal, kram, mudah lupa, susah tidur, mual-mual, tidak ada nafsu makan, daya tahan tubuh terhadap infeksi sangat berkurang.

2. Masalah Keseimbangan Cairan

Penimbunan cairan dengan tanda-tanda pergelangan kaki dan juga wajah membengkak. Sebaliknya, pengeringan cairan bisa ditandai dengan mata yang sangat cekung, mulut kering, hampir tidak ada lendir dalam mulut.

3. Gangguan Hormon

Dengan berkurangnya daya kerja ginjal bisa menyebabkan ginjal menghasilkan lebih banyak hormon atau ekstra hormon. Akibatnya, akan menambah hormon tekanan darah. Sebaliknya, hormon-hormon yang lain menjadi berkurang produksinya. Hal ini menyebabkan tubuh kekurangan darah, lelah dan juga tulang rapuh.

Penyebab penyakit ginjal yang lain

Keracunan dan trauma, misalnya terkena pukulan berat langsung pada ginjal, dapat mengakibatkan penyakit ginjal. Beberapa obat, termasuk obat tanpa resep, dapat meracuni ginjal bila sering dipakai selama jangka waktu yang panjang. Produk yang menggabungkan aspirin, asetaminofen, dan obat lain misalnya ibuprofen ditemukan paling berbahaya untuk ginjal. Bila kita sering memakai obat penawar nyeri, sebaiknya kita membahas dengan dokter untuk memastikan bahwa tidak beresiko untuk ginjal kita.

Posted in Gagal Ginjal Kronik, Penyebab Gagal Ginjal Kronik | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment